Campuranjenis ini biasa disebut dengan campuran kasar, sebab hasil akhirnya tidak menyatu atau tidak saling melarutkan dan masih bisa dibedakan. Contoh dari campuran heterogen ialah campuran air dengan pasir, air dengan bubuk kopi, air dengan tepung beras dan tepung terigu, ataupun santan.
Sifatintensif merupakan sifat zat yang tidak bergantung pada jumlah maupun ukuran zat. Sifat intensif dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sifat fisika dan sifat kimia. a. Sifat Fisika Sifat fisika merupakan sifat yang berkaitan dengan keadaan fisik suatu zat. Sifat fisika dapat digunakan untuk menerangkan penampilan suatu zat.
Campuranheterogen adalah campuran yang zat komponennya tidak tersebar secara merata. Dalam campuran heterogen, dinding pembatas antarzat masih dapat dilihat atau dibedakan. Selain itu, campuran heterogen akan mengendap jika didiamkan selama beberapa saat. Sebagai contoh, serbuk kopi jika didiamkan di dalam air akan mengendap.
Padasendokan kedua, walaupun tidak larut secepat sendok pertama, tetapi zat A masih tampak larut. Jika Ternyata pada sendokan ketiga zat A mulai membuat larutan keruh dan tampak mulai muncul endapan, maka kita katakan kelarutan zat A adalah 3 sendok dalam 200 ml air. Kalo 3 sendok tapi setara dengan 30 gram misalnya berarti kelarutan zat A 30
terjawab• terverifikasi oleh ahli Zat tepung merupakan zat yang tidak larut dalam air, tetapi makanan yang mengandung zat tepung dapat dimanfaatkan oleh tubuh karena.. a. enzim lipase mengubah zat tepung menjadi zat gula b. adanya pencernaan mekanik c. adanya asam klorida dalam lambung d. enzim amilase mengubah zat tepung menjadi zat gula Iklan
Energiyang terkandung di dalam suatu sistem atau zat disebut entalpi(H). Entalpi merupakan sifat ekstensif dari materi maka bergantung pada jumlah mol zat. Entalpi suatu sistem tidak dapat diukur, yang dapat diukur adalah perubahan entalpi yang menyertai perubahan zat, karena itu kita dapat menentukan entalpi yang dilepaskan atau diserap pada
Zatzat yang larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut sebagai zat-zat "hidrofilik" (pencinta air), dan zat-zat yang tidak mudah tecampur dengan air (misalnya lemak dan minyak), disebut sebagai zat-zat "hidrofobik" (takut air) (Wulanriky, 2011). Meskipun sering diabaikan, air merupakan salah satu unsur penting dalam makanan.
besarkarbohidrat terdapat dalam bentuk pati. Dekstrin merupakan zat antara dalam pemecahan zat tepung. Molekulnya lebih sederhana jika dibandingkan dengan molekul tepung dan bersifat mudah larut dalam air, mudah dicerna sehingga baik untuk makanan bayi. Pati juga merupakan cadangan makanan utama pada tanaman, sebenarnya merupakan
menjadidyedanlake. Dye merupakan zat pewarna makanan yang umumnya bersifat larut dalam air. Dye biasanya dijual di pasaran dalam bentuk serbuk, butiran, pasta atau cairan. Lakemerupakan gabungan antara zat warna dye dan basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka zat warna kelompok ini cocok
Perananberbagai jenis bahan makanan yang dikelompokkan berdasarkan fungsi utama zat gizi, dalam ilmu gizi dipopulerkan dengan istilah "Tri Guna Makanan" yaitu sebagai sumber energi, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur. Gambar 1. Piramida Makanan . 2.2.1 Sumber Energi a. Karbohidrat
tGWUtdF. Zat tepung merupakan zat yang tidak larut dalam air,tetapi makanan yang mengandung zat tepung dapat dimanfaatkan tubuh,karena? lipase mengubah zat tepung menjadi zat gula pencernaan mekanis asam klorida dalam lambung amilase mengubah zat tepung menjadi zat gula Zat tepung merupakan zat yang tidak larut dalam air,tetapi makanan yang mengandung zat tepung dapat dimanfaatkan tubuh, amilase mengubah zat tepung menjadi zat gulaEnzim amilase berperan dalam pencernaan karbohidrat secara kimiawi. Enzim ini akan merubah amilum menjadi gula yang lebih sederhana yaitu glukosa. Pencernaan dengan menggunakan bantuan enzim termasuk dalam pencernaan secara VIII SMPKata kunci pencernaan zat tepungMateri sistem pencernaan manusia di lambung terdapat enzim lipase yang dapat mengubah zat tepung menjadi zat gula. zat gula itu sendiri dapat atau mudah larut dengan lipase dapat mengubah zat tersebut karna enzim ini memiliki kandungan klorida yang memiliki tingkat keasaman yang rendah. Sehingga Enzim ini dapat mengubah zat Tepung ke zat gula. Sudah Jelas Kah ?
Pengertian Larutan Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom ataupun iondari dua zat atau lebih. Disebut campuran karena susunannya atau komposisinya dapat berubah. Disebut homogen karena susunanya begitu seragam sehingga tidak dapat diamati adanya bagian-bagian yang berlainan, bahkan dengan mikroskop optis sekalipun. Fase larutan dapat berwujud gas, padat ataupun cair. Larutan gas misalnya udara. Larutan padat misalnya perunggu, amalgam dan paduan logam yang lain. Larutan cair misalnya air laut, larutan gula dalam air, dan lain-lain. Komponen larutan terdiri dari pelarut solvent dan zat terlarut solute. Pelarut merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangkan komponen minornya merupakan zat terlarut. Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. Semua gas bersifat dapat bercampur dengan sesamanya, karena itu campuran gas adalah larutan. Larutan merupakan suatu campuran yang terdiri dari dua atau lebih zat dalam kimia. Zat yang jumlahnya lebih sedikit yang ada didalam larutan itu zat solut atau terlarut, sedangkan zat yang memiliki jmlah zat lebih banyak dibandingkan dengan zat-zat lain dalam larutan juga disebut solven atau pelarut. Takaran atau komposisi zat terlarut serta pelarut dalam sebuh larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, dan sedangkan proses campuran zat terlarut dan pelarut disebut pelarutan solvasi. Sebagai contoh larutan yang biasa dijumpai ialah padatan yang dilarutkan didalam sebuah cairan, contohnya gula atau garam yang dilarutkan kedalam air. Gas juga bisa dilarutkan dalam sebuah cairan, misalkan karbon dioksida atau oksigen dalam air. selain itu juga, cairan juga dapat larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain. Terdapat pula larutan padat, misalnya aloi campuran logam serta mineral yang tertentu. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Larutan Garam Sifat-sifat Larutan Sifat fisik larutan pada umumnya terbagi menjadi 3 Yaitu Sifat koligatif. tergantung pada jumlah partikel dalam larutan Sifat aditif. tergantung pada atom total dalam molekul atau pada jumlah sifat konstituen dalam larutan, Sifat konstitutif, tergantung pada atom penyusun molekuk pada jenis atom dan jumlah atom Sedangkan larutan nyata, tidak mengikuti hukum Roult,, atau terjadi penyimpangan, Penyimpangannya dapat positif dan negatif,, Penyimpangan negatif jika Penyimpangan cukup besar, kurva tekanan uap total memperlihatkan minimum, mengikuti hukum Roult, kecenderunagn melepaskan diri, Sedangkan untuk penyimpangan positif jikakurva tekanan uap total maksimum, tekanan parsial lebih besar daripada hukum Roult, kecenderungan melepaskan diri akibat ketidaksamaan kepolaran atau tekanan dalam dari konstituen Larutan ideal Jika interaksi antarmolekul komponen larutan sama besar terhadap interaksi antarmolekul komponen tersebut pada keadaan murni, maka terbentuklah idealisasi yang disebut larutan ideal. Larutan ideal mematuhi hukum Raoult, yaitu tekanan uap pelarut cair berbanding tepat lurus terhadap fraksi mol pelarut dalam larutan. Larutan yang benar-benar ideal tidak ada dialam, tetapi larutan memenuhi hukum Raoult sapai batas tertentu. Contoh larutan yang pas dianggap ideal ialah campuran benzana serta toluena. Cairan lain larutan ideal merupakan volumenya ialah jumlahan tepat volume komonen-komponen penyusunnya. Pada larutan non-ideal, penjumlahan volue zar terlarut murni serta pelarut murni tidaklah sama terhadap volume larutan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Larutan Basa Komponen dan Pembuatan Larutan Komponen Larutan Suatu larutan terdiri atas dari dua komponen yang penting. Biasanya salah satu komponen yang mengandung jumlah zat yang lebih banyak disebut pelarut solvent. Pelarut dipandang sebagai pembawa atau medium zat terlarut yang dapat berperan serta dalam reaksi kimia. Kemudian, komponen lainnya yang mengandung zat yang lebih sedikit disebut zat terlarut solute. Kedua komponen dalam larutan dapat sebagai pelarut atau terlarut tergantung komposisinya. Larutan di bagi menjadi tiga jenis yitu Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan mengadakan kesetimbangan dengan solute padatnya. Larutan lewat jenuh yaitu larutan yang mengandung lebih banyak solute yang diperlukan dari pada solvent. Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut dibedakan menjadi dua yaitu Larutan pekat merupakan larutan yang mengandung relatif lebih banyak solute. Larutan encer merupakan larutan yang relatif sedikit mengandung solute. Pembuatan Larutan Proses pengenceran adalah mencampur larutan pekat konsentrasi tinggi dengan cara menambahkan pelarut agar diperoleh volume akhir yang lebih besar. Jika suatu larutan senyawa kimia yang pekat diencerkan, kadang-kadang sejumlah panas dilepaskan. Hal ini terutama dapat terjadi pada pengenceran asam sulfat pekat. Agar panas ini dapat dihilangkan dengan aman, asam sulfat pekat yang harus ditambahkan ke dalam air, tidak boleh sebaliknya. Jika air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, panas yang dilepaskan sedemikian besar yang dapat menyebabkan air mendadak mendidih dan menyebabkan asam sulfat memercik. Jika kita berada di dekatnya, percikan asam sulfat ini merusak kulit. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Larutan Buffer / Penyangga Konsentrasi Larutan Untuk menyatakan komposisi larutan secara kuantitatif digunakan konsentrasi. Konsentrasi adalah perbandingan jumlah zat terlarut dan jumlah pelarut, dinyatakan dalam satuan volume berat, mol zat terlarut dalam sejumlah volume tertentu dari pelarut. Berdasarkan hal ini muncul satuan-satuan konsentrasi, yaitu fraksi mol, molaritas, molalitas, normalitas, ppm serta ditambah dengan persen massa dan persen volume. Banyak cara menentukan konsentrasi larutan yang semuanya menyatakan kuantitas zat terlarut dalam kuantitas pelarut atau larutan. Dengan demikian, setiap sistem konsentrasi harus menyatakan hal-hal sebgai berikut Satuan yang digunakan untuk zat terlarut Kuantitas kedua dapat berupa pelarut atau larutan keseluruhan Satuan yang digunakan untuk kuantitas kedua konsentrasi. Untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu harus diperhatikan Apabila dari padatan, pahami terlebih dahulu satuan yang diinginkan. Berapa volum atau massa larutan yang akan dibuat. Apabila larutan yang lebih pekat, satuan konsentrasi larutan yang diketahui dengan satuan yang diinginkan harus disesuaikan. Jumlah zat terlarut sebelum dan sesudah pengenceran adalah sama, dan memenuhi persamaan Keterangan M1 Konsentrasi larutan sebelum diencerkan V1 Volume larutan atau massa sebelum diencerkan M2 Konsentrasi larutan setelah diencerkan V2 Volume larutan atau massa setelah diencerkan Konsentrasi dapat dinyatakan dengan beberapa cara, yaitu 1. Molaritas Molaritas ialah jumlah mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Dimensi molaritas ialah mol/L atau mol L-1 , disingkat M dan diucapkan molar. Larutan yang mengandung 1 mol zat terlarut dalam 1 liter larutan disebut 1 molar dan ditulis 1 M. Molaritas ialah cara yang paling lazim untuk menyatakan komposisi larutan encer. Untuk pengukur yang cermat cara ini kurang menguntungkan karena sedikit ketergantungan pada suhu. Jika larutan dipanaskan atau didinginkan, volume berubah sedangkam mol akan tetap sehingga molaritas akan berubah. 2. Molalitas Molalitas ialah jumlah zat terlarut pada tiap kilogram pelarut, dalam molalitas tidak ada volume, namun massa yang tidak berepengaruh pada suhu. 3. Persen Massa Persen massa atau sering disebut persen bobot per bobot % b/b, menyatakan jumlah massa zat terlarut dalam 100 bagian massa larutan Rumus persen massa 4. Persen Volume Persen volume atau persen volum per volum % V/V menyatakan jumlah zat terlarut dalam 100 bagian volume larutan. Rumus persen volume 5. PPM part per million ppm part per million menyatakan jumlah bagian komponen dalam sejuta bagian campuran. 6. Fraksi mol Fraksi mol menyatakan perbandingan mol zat terlarut dengan jumlah mol seluruh larutan mol terlarut + mol pelarut. Rumus Fraksi mol larutan terhadap jumlah seluruh zat dalam larutan. 7. Normalitas Normalitas menyatakan jumlah garam ekuivelen zat terlarut dalam 1 liter larutan. Satuannya dilambangkan dengan N dan disebut Normal. Valensi menyatakan banyaknya ion H+ atau OH– dalam larutan asam dan basa yang dilepaskan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Larutan Asam – Pengertian, Ciri, Sifat, Hujan, Contohnya Jenis-jenis Larutan 1. Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik, larutan dapat dibedakan sebagai larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Larutan elektrolit mengandung zat elektrolit sehingga dapat menghantarkan listrik, sementara larutan non-elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik Zat elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar yang dapat terhidrolisis bereaksi dengan air. Larutan elektrolit terbentuk dari suatu zat yang larut atau terurai kedalam bentuk ion-ion dan membuat larutan menjadi konduktor elektrik. Ion merupakan atom-atom yang bermuatan elektrik. Contoh larutan HCl. Arus listrik adalah aliran muatan. Arus listrik melalui logam adalah aliran elektron, dan arus listrik melalui larutan adalah aliran ion-ion. Ion-ion ini berasal dari zat-zat yang terlarut dan terionisasi menjadi atom-atom bermuatan. Karena itu, larutan elektrolit dapat berupa asam, basa maupun garam. Larutan asam adalah larutan dimana zat terlarutnya terdisosiasi melepaskan ion hidrogen H+ di dalam larutan. Larutan basa adalah larutan dimana zat terlarutnya terdisosiasi melepaskan ion hidroksida OH– di dalam larutan. Larutan garam adalah larutan dimana zat terlarutnya bersifat netral dan terdisosiasi menjadi ion-ion pembentuk garamnya di dalam larutan. Jenis dan konsentrasi kepekatan suatu larutan dapat berpengaruh terhadap daya hantar listriknya. Untuk menunjukkan kekuatan elektrolit digunakan derajat ionisasi yaitu jumlah ion bebas yang dihasilkan oleh suatu larutan. Derajat ionisasi a didapat dari perbandingan antara jumlah zat yang mengion dengan jumlah zat yang dilarutkan. Makin besar harga a , makin kuat keelektrolitan larutan tersebut. Dari nilai derajat ionisasi tersebut, larutan elektrolit dapat dibedakan menjadi elektolit kuat dan lemah. Larutan elektrolit lemah adalah larutan elektrolit dimana zat yang terlarut tidak terionisasi seluruhnya ionisasi sebagian 0 Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Pengendalian Proses Teknik Kimia Beserta Tipe Dan Contohnya Contoh Larutan dan Kelarutan Larutan Asam, Basa dan Garam 1. ASAM Buah-buahan yang masih muda pada umumnya berasa masam. Sebenarnya rasa masam dalam buah-buahan tersebut disebabkan karena zat kimia yang terkandung di dalamnya yang biasa disebut asam. Secara kimia, asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen H+. Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Contoh Asam Dalam larutan Asam Askorbat terdapat dalam tomat,jeruk dan sayuran Asam Asetat terdapat dalam larutan cuka Asam Sitrat terdapat dalam jeruk Asam Borat terdapat dalam larutan pencuci mata Asam Klorida terdapat dalam asam lambung dan obat tetes mata Asam Nitrat terdapat dalam pupuk dan peledak Asam Fosfat terdapat dalam deterjen Asam Sulfat terdapat dalam baterai mobil Asam Laktat terdapat dalam keju Asam Benzoat terdapat dalam bahan pengawet makanan Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida OH–. Ion hidroksida terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air. Basa dapat menetralisir asam H+ sehingga dihasilkan air H2O. Contoh Basa Dalam larutan Aluminium Hidroksida terdapat dalam deodoran dan antasid Kalsium Hidroksida terdapat dalam mortar dan plester Magnesium Hidroksida terdapat dalam antasid Natrium Hidroksida terdapat dalam bahan sabun Garam adalah senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa. Terdapat beberapa contoh garam, antara lain NaCl, CaCl2, ZnSO4, NaNO2, dan lain-lain. Contoh Garam Dalam larutan Natrium Klorida terdapat dalam garam dapur NaCI Natrium Bikarbonat terdapat dalam baking soda NaHCO3 Kalsium Karbonat terdapat dalam cat tembok dan bahan karet CaCO3 Kalsium Nitrat terdapat dalam pupuk dan bahan peledak KNO3 Kalium Karbonat terdapat dalam sabun dan kaca K2CO3 Natrium Fosfat terdapat dalam deterjen Na3PO4 Amonium Klorida terdapat dalam baterai kering NH4CI Adapun Contoh Lain dalam Larutan adalah sebagai berikut Contoh Kaloid -Larutan gula, larutan garam, udara bersih -Tepung kanji dalam air, mayones, debu di udara -Campuran air dan pasir, sel darah merah dan plasma putih dalamplasma darah Contoh Suspensi -Air sungai yang keruh -Campuran air dengan kopi -Campuran minyak dengan air Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sifat-sifat air cukup banyak sehingga agar postingnya tidak terlalu panjang dipotong jadi dua bagian. Pada bagian satu sudah kita bahas sifat air yang berkaitan dengan sifat fisik. Pada bagian kedua kita akan coba pelajari sifat air dari sisi interaksi air dengan materi yang lain misalnya larutan. Seperti biasa kita ajak para siswa untuk mengamati fenomena kemudian kita bantu mengkonstruksi konsepnya. Alat dan bahan yang disediakan antara lain gelas, sendok, tepung, gula pasir, garam, minyak kelapa, dan lampu spiritus. 1. Konstruksi konsep larut. Isi gelas kimia 250 mL dengan air hingga separuhnya, masukkan gula pasir dua sendok makan kemudian di aduk, gelas ini kita beri nama gelas A. Ambil gelas kimia yang lain, isi dengan air kemudian ke dalamnya dimasukkan tepung dan diaduk. Kita beri nama gelas B. Kita tunggu beberapa saat, apa yang terjadi? Pada gelas A apakah gula pasirnya masih ada? Pada gelas B apakah tepungnya masih ada? Ternyata pada gelas A gulanya tidak ada, kita kenalkan istilah gula larut dalam air. Siswa kemudian diminta untuk mengkonstruksi konsep larut menggunakan kalimatnya sendiri sampai menemukan pengertian bahwa larut adalah bercampurnya benda dalam air dan tidak memisah lagi setelah dibiarkan beberapa saat. Redaksi boleh tidak sama, karena prinsipnya redaksi adalah selera, namun pastikan maknanya sama. Bagaimana dengan tepung? Ternyata tepung bercampur dengan air dan memisah lagi, sehingga dikatakan tepung tidak larut dalam air. Kemudian kepada mereka diberikan benda-benda yang lain dan mereka diminta untuk menguji dan menuliskan benda yang dapat larut dan yang tidak dapat larut dalam Konstruksi Konsep Larutan. gula yang larut dalam air disebut larutan gula. Garam yang larut dalam air juga disebut larutan garam. Jadi larutan adalah campuran yang homogen tidak lagi dapat diketahui batas antara dua benda yang bercampur. Air dalam larutan disebut sebagai benda/zat pelarut, sedangkan gula, garam dan benda lain disebut sebagai zat terlarut. Jadi dalam larutan minimal terdapat dua jenis benda yaitu satu pelarut dan satu zat terlarut. Namun demikian dalam larutan boleh terdapat lebih dari satu zat terlarut misalnya pada larutan oralit terdiri dari air yang ditambahkan gula dan garam. Dalam hal ini oralit merupakan larutan yang terdiri dari satu pelarut dan dua zat terlarut. Di alam, air juga disebut sebagai pelarut universal, karena air dapat melarutkan sebagian besar benda yang ada di alam. Mengapa ada benda yang dapat larut dan ada benda yang tidak dapat larut dalam air? Misalnya minyak tidak larut dalam air. Alkohol dapat larut dalam air. Sering kali saya menjumpai bapak dan ibu guru menjawab karena BJ minyak berbeda dengan air sehingga minyak tidak dapat larut dalam air. Sebenarnya dalam konsep larutan berlaku "like dissolve like" artinya pelarut hanya akan melarutkan zat yang jenisnya sama, dalam hal ini adalah daya hantar listriknya. Apabila pelarut merupakan benda yang dapat menghantarkan listrik, maka zat yang dilarutkan haruslah yang memiliki sifat yang sama. Itulah sebabnya minyak tidak larut dalam air karena minyak tidak dapat menghantarkan listrik sedangkan air dapat menghantarkan listrik. Sangat tidak dianjurkan ketika membetulkan aliran listrik menggunakan sandal yang basah karena bisa tersengat aliran listrik. Jadi minyak akan larut pada pelarut yang tidak bisa menghantarkan listrik misalnya bensin. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal ada bensin campur, yaitu campuran antara bensin dengan minyak pelumas olie. 3. Menentukan massa jenis air. Massa jenis dahulu Berat Jenis adalah satuan berdimensi dua yaitu massa/volume. Massa jenis air adalah 1 artinya air yang massanya 1 gram akan memiliki volume 1 mL atau 1 kg/L, sedangkan massa jenis benda lain dapat ditentukan dengan menimbang massa/berat benda tersebut dan menghitung volumenya. Bagaimana cara yang mudah untuk menentukan masa jenis air? Kita dapat menggunakan syring spet dengan volume 5 mL/10 mL mana yang tersedia. Syring diisi dengan air sampai penuh kemudian ditimbang. Massa air kemudian dibagi dengan volume air akan ditemukan massa jenis air. Cara yang sama dapat dipakai untuk menentukan massa jenis zat cair yang lain. Penerapan konsep massa jenis adalah kita dapat memprediksi bila suatu benda dimasukkan ke dalam air akan terapung/melayang/tenggelam dalam air. Bila massa jenis benda 1, maka benda akan tenggelam dalam air. Demikianlah usaha kita untuk memudahkan siswa memahami sifat air bila berinteraksi dengan bahan yang lain. Bercampurnya air dengan bahan lain akan memberikan dua kemungkinan, larut atau tidak larut. Bila kita mempunyai data massa jenis benda maka akan ada dua kemungkinan juga, yaitu terapung atau tenggelam dalam air. Dengan memahami konsep ini maka kita akan tahu betapa agungnya Allah SWT yang telah menciptakan benda yang bernama air yang sangat banyak gunanya dalamkehidupan di bumi tidak hanya bagi manusia namun juga tumbuhan, hewan dan benda tidak hidup lainnya. Tidak salah kalau kemudian para ahli menggolongkan air sebagai sumber daya alam yang sangat bermanfaat bagi kehidupan khususnya manusia. Menghubungkan konsep yang kita pelajari dengan Allah akan membuat siswa kita tidak hanya cerdas secara kogitip namun juga cerdas dalam emosi dan spiritualnya. Selamat mencoba, jangan takut untuk berinovasi baik alat dan bahan sehingga jangan ada alasan tidak pernah menunjukkan fenomena karena tidak tersedia alat dan bahan. Jangan pernah menyerah....salam. Lihat Pendidikan Selengkapnya