sendiri Agama adalah ekspresi budaya tentang keyakinan orang terhadap sesuatu Yang Suci, Yang Transenden, dan Yang Maha Kuasa. Apabila hubungan agama dan tradisi ditempatkan sebagai wujud interpretasi sejarah dan kebudayaan, maka semua domain agama adalah kreatifitas manusia yang sifatnya sangat relatif. Dengan kata lain, Jelaskanlah ajaran gereja terhadap keragaman yang ada disekitar mu? - 30332697 nurimapanjaitan nurimapanjaitan 21.07.2020 Bahasa lain ajukan pertanyaan tentang tugas sekolahmu dapatkan penjelasan bukan hanya jawaban dapatkan penjelasan bukan hanya jawaban saya ingin akun gratis. Tentang kami HaloResti, kaka bantu jawab ya:) Jawabannya: Salah satu penyebab dari keberagaman masyarakat yaitu menurut letak strategis wilayah Indonesia yaitu berada diantara bentua asia dan australia, dan berada ditengah jalur perdagangan internasional dimana jalur perdagangan tersebut juga membawa kebudayaan asing. Jikaingin diringkas, beberapa nilai ajaran sosial Gereja adalah: 1. Membela martabat manusia, menghargai hak- haknya, membangun keluarga dan kebebasan beragama. 2. Bertujuan untuk kesejahteraan umum. 3. Solidaritas, mendukung partisipasi dan kerja sama di dalam kelompok dan antar kelompok masyarakat. 4. Fenomenadan Pandangan tentang LGBT. Salah satu isu penting yang harus dijawab oleh gereja saat ini adalah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Fenomena LGBT sudah lama sekali muncul, namun belakangan ini semakin santer sejak Mahkamah Agung Amerika Serikat pada tanggal 26 Juni 2015 lalu melegalkan pernikahan kaum LGBT yang memperjuangkan eksistensinya; bahkan kaum liberal serta AjaranGereja tentang Ekaristi Label: bina iman. Gereja Katolik yang kudus mengajarkan bahwa pada saat Konsekrasi dalam Misa, roti dan anggur di altar sungguh-sungguh menjadi Tubuh, Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an Yesus Kristus. Roti dan anggur sudah tidak ada lagi, meskipun wujudnya dan sifatnya tetap roti dan anggur. Jelaskanajaran gereja tentang keberagamaan antar umat beragama - 27367250 2 Ajaran Gereja tentang Dialog antar-Umat Beragama a. Menyimak dokumen Ajaran Gereja Simaklah ajaran Gereja berikut ini. "Gereja Katolik tidak menolak apapun yang benar dan suci di dalam agama-agama ini. Dengan sikap hormat yang tulus Gereja merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta TeoriDarwin yang menyatakan bahwa keragaman jenis makhluk berasal dari satu sel organisme yang sederhana kemudian berkembang menjadi berbagai jenis makhluk sampai manusia karena seleksi alam, nyata-nyata teori itu bertentangan dengan agama Islam. Islam nenyatakan bahwa keragaman makhluk sengaja diciptakan Allah dan setiap jenis makhluk Pertama ketidakjelasan terhadap ekklesiologikal yaitu pengajaran tentang gereja yang benar menurut ajaran Kitab Suci. Kedua, munculnya berbagai teori para "pakar" tentang pertumbuhan gereja dengan berbagai "istilah" bukannya menambah jelas pokok persoalan seputar ekklesiologikal ini tetapi justru menyebabkan kebingungan saat teori x8wUdII. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Oleh Supriadi Purba Pendahuluan Sejak dunia ini ada, perbedaan telah menjadi sesuatu hal yang biasa. Apalagi konsep penciptaan manusia juga melahirkan dua jenis insan yang berbeda. Kemudian muncul perkembangbiakan yang melahirkan generasi masa berikutnya yang memiliki pola pemikiran berbeda sehingga melahirkan tradisi serta budaya yang berbeda. Tidak hanya berhenti sampai disitu saja, dalam hal meyakini ada sesuatu yang lebih tinggi dari manusia pun beranekaragam cara dan metode penyembahan. Puncaknya muncul Suku, Ras, Agama dan Antar Golongan, yang ketika pemahaman itu diabaikan maka akan muncul pertentangan yang berujung pada tragedy, perang dan puncaknya adalah ketidak percayaan antar sesama. Tulisan ini mengajak saudara-saudari tuk memandang dunia tidak sebelah mata melainkan dengan mata terbuka sehingga kearifan di dalam perbedaan tercapai sebagai mana manusia sesungguhnya sama adanya. Penjelasan Tidak bisa kita pungkiri masih banyak orang kristen masih menggunakan cara berpikir prakmatis dan apatis dalam memandang keberagaman yang ada. Sesungguhnya ini adalah ancaman bagi masa depan bangsa khususnya kekristenan itu sendiri. Disini saya menawarkan gagasan buat saudara-saudari bagaimana memandang kekristenan dari sudut yang paling terkecil dan seterusnya nanti kita akan melihat bagaimana memandang Negara hingga puncaknya melihat dunia dari perspektif kekristenan. Keberagaman yang ada pada dasarnya telah menjadi sesuatu yang memang harus ada karena manusia diciptakan memiliki pola, ragam cara bagaimana mengelola dunia dan melahirkan hasil yang hari ini kita bisa melihat jutaan dan bahkan lebih keberagaman yang ada. Hal-hal yang akan saya jelaskan dalam tulisan ini adalah simbol atau semboyan yang saya lihat penting untuk dijelaskan sebagai acuan memandang dunia. Sebagai mahasiswa yang aktif di GMKI, saya sudah cukup sudah cukup sering mendengarUt Omnes Unum Sintyang merupakan semboyan GMKI sendiri. Sebagai masyarakat Indonesia saya dianugrahi sebuah semboyan yang hingga hari ini menjadi dasar berpikir saya dalam memandang kebhinekaan yang Tunggal Ikasebuah semboyan yang memberikan harapan bagi orang-orang minoritas di negeri ini dan membangun sikap saling percaya. Selanjutnya adalah semboyan dari Amerika Serikat yang merupakan proses internasionalisasi dunia dengan konsepE Pluribus Unum. 1. Ut Omnes Unum Sint Yohanes 17 21 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia GMKI sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang ada sejak jaman penjajahan telah menerapkan semboyan Ut Omnes Unum Sint sebagai dasar bertindak dan memandang ke-Indonesia-an. Agar semua satu adanya beginilah pengertian singkat yang kemudian memperkenalkan bagaimana kita melihat keberagaman yang ada di dalam GMKI itu sendiri. Sebagai anak kandung Gereja, GMKI tentu memiliki anggota yang beranekaragam mulai dari denominasi Gereja, Suku, Kampus Universitas sampai pola berpikir. Ketika perbedaan menjadi pemandangan dalam tatanan organisasi maka sudah sepantasnya ada jembatan yang mampu merumuskan satu gagsan untuk dijadikan sebagai cara pandang bersama. Merumuskan Ut Omnes Unum Sint di GMKI sebagai Amsal atau Semboyan terkadang mendapat tantangan dari orang-orangnya sendiri yang memiliki sikap Eksklusif yang pada intinya adalah ancaman terbesar masa depan Organisasi ini. Hal ini menunjukkan tidak sepenuhnya Amsal GMKI dijadikan sebagai dasar berpikir sebagai mahasiswa yang merupakan anggota GMKI. Dengan demikian maka jelas bahwa dari sudut terkecil dari kehidupan ini perbedaan itu telah menjadi sesuatu yang lumrah dan telah ada sejak dulu. Sekarang bagimana kita memandang dari yang terkecil itu sendiri, sebut saja keragaman denominasi dan Gereja yang ada di Indonesia yang terkadang berbeda pandangan dalam melihat kekristenan itu sendiri. Sebagai mahasiswa GMKI tentu hal-hal yang terjadi di luar harus kita antisipasi dan GMKI harus mapu menjembatinya. Prinsip dasar dari Ut Omnes Unum Sint adalah mengajak kita untuk hidup dalam kebersamaan dan tetaplah hormat pada yang namanya Keberagaman. 2. Bhineka Tunggal Ika Indonesia merupakan satu Negara yang paling beragam di dunia. Keberagaman yang ada jikalau tidak dipelihara maka akan melahirkan gejolak yang akan mengancam masa depan bangsa. Jembatan yang telah dilahirkan oleh pendiri bangsa ini Sukarno Dkk merupakan keputusan akhir yang senantiasa mampu menjiwai dan memberikan harapan bukan hanya bagi kaum mayoritas namun bagi kaum minoritas, bukan hanya pada satu suku bangsa tetapi bagi suku bangsa yang lain, bukan hanya pada satu agama namun bagi agama yang lain. Jembatan ini yang sekarang menjadi roh negeri ini yang posisinya terkadang digugat oleh sekelompok orang yang radikal di negeri ini menjadi sakral karena dilandasi ketulusan hati oleh para perancang nya. Keberadaan jembatan itu sesungguhnya buah kreasi yang telah dirancang sejak awal dan bergambar kepada ahli besar negeri ini yakni Mpu Prapanca. Bhineka Tunggal Ika inilah jembatan yang merupakan penghubung orang kecil dengan orang besar, penghubung antar generasi. Semuanya adalah anugrah, keberagaman yang ada di Indonesia manjadi baik adanya karena di jaga oleh semboyan yang bergambar Burung Garuda. Dari Sabang sampai Marauke ribuan suku bangsa yang menghuni pulau-pulau yang menjadi kekayaan negeri ini. Suku bangsa yang mendiami kepulauan Indonesia juga beraneka ragam dalam hal keyakinan. Ada yang masih menggunakan keyakinan nenek moyang asli Kepercayaan Nenek Moyang selain penganut agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha serta Konghuchu. Hubungan yang terjadi antar Agama di Indonesia cukup memuaskan dikarenakan seringnya dialog yang dibangun sebagai kegiatan yang menjaga eksistensi kebhinekaan itu sendiri. Walaupun kemudian ada juga tindakan-tindakan yang refresentif dari orang-orang yang memang tidak senang dengan keberagaman yang ada. Karena Agama lah yang sering sekali dijadikan ajang menyatakan pendapat dalam wilayah Negara sehingga hal-hal yang seharusnya tidak dibahas dalam wilayah Negara dijadikan sebagai dasar tindakan. Tentu kalau Negara tidak tanggap dan menindak orang-orang seperti itu akan melahirkan ancaman serius yang puncaknya akan terjadi seperti di Poso Sulawesi Tengah. Salah satu tokoh yang cukup eksis dalam hal kebhinekaan adalah Abdulrahman Wahid alias Gus Dur yang sampai akhir hayatnya tetap memperjuangkan yang namanya Bhineke Tungga Ika. Perjuangannya dalam menjaga bangsa ini tanpa membeda-bedakan yang besar dan kecil yang mayoritas dan minoritas menghantarkannya sebagai Bapak Plularisme Indonesia dan dunia juga mengakuinya. Walau akhir tahun 2009 indonesia kehilanganya namunGus Dursenantiasa menjadi simbol bapak plularisme dan menjadi orang yang akan dicatat dalam sejarah bangsa sebagai orang Indonesia yang tahu diri. Ketokohan Gus Dur semestinya diikuti oleh penerus bangsa ini karena Gus Dur dengan tegas pernah mengatakan Wilayah Negara jangan disangkutpautkan dengan Wilayah Agama. Bhineka Tunggal Ika dengan Pancasila akan selalu abadi ketika masyarakat Indonesia mampu melestarikan sekaligus menjaga eksistensinya. 3. E Pluribus Unum Dunia tahu Siapa Amerika Serikat. Negara yang telah menghimpun semua masyarakat dunia ke dalam satu Negara yang namanya United Of America. Orang Indonesia banyak di Amerika begitu dengan bangsa-bangsa yang lain juga menghuni sekaligus menjadi masyarakat di sana. Kemajemukan Amerika Serikat adalah bukti bahwa Amerika telah menjadi Negara yang memiliki prinsip Internasionalisasi. Mungkin karena itulah Amerika Serikat hingga sekarang ini mencoba menguasai dunia dengan teknologi dan penemuan-penemuan yang ada. Kini jumlah orang Amerika keturunan asing mencapai 10,4 %, bertambah sebanyak dua kali lipat lebih dalam kurun waktu tiga puluh tahun . Kelompok yang paling pesat pertambahannya adalah orang Hispanik dan Asia. Dari tahun 1990 sampai 1999 populasi penduduk asal Asia di seluruh Amerika Serikat bertambah 43 % dan mencapai 10,8 juta jiwa. Sedangkan penduduk berlatar hispanik bertambah sebesar 38,8 % atau mencapai jumlah 31,3 juta orang, sehingga hampir menyamai jumlah orang Amerika keturunan Afrika. Dari penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa dari 10,8 juta orang Asia, orang Indonesia juga terdapat di dalamnya. Artinya adalah bahwa memang benar bahwa Amerika Aerikat sudah menjadi satu negeri yang menghinpun seluruh penjuru dunia. Keragaman dari segi kepercayaan juga bertabur di Amerika Serikat, AS yang selama ini mungkin kita sering dengar sebagai Negara Kristen sekarang kemungkinan itu tidak benar lagi walaupun sejarah AS telah menceritakan bahwa orang-orang Eropa yang beragama Kristen yang pertama sekali membentuk Koloni di AS. Namun seiring perkembangan jaman, Amerika juga di datangi oleh bangsa-bangsa lain mengingat posisi Amerika sangat strategis. E Pluribus Unum Dari Banyak Menjadi Satu.Kata-kata ini begitu akrab di telinga kita, sehingga kita jarang mengambil waktu untuk memikirkan maknanya. Apakah yang menjadi ukuran keragaman kita? Apakah arti kesatuan kita? Seperti semua lambang yang baik, kata-kata tersebut dapat diartikan sebagai bermacam-macam cara. Maknanya telah berkembang sejak semboyan ini pertama sekali di gunakan pada tahun 1782. Ketika itu semboyan tersebut memiliki arti politis- dari banyak koloni, menjadi satu revoblik; dari banyak Negara bagian, menjadi satu bangsa. Pada lambang Negara kita burung elang botak membawa di paruhnya sebuah spanduk bertuliskanE Pluribus Unum pada perisainya terdapat tiga belas garis vertical, masing-masing mewakili dari koloni dari revoblik yang ketika itu baru terbentuk. Dengan melonjaknya imigrasi pada akhir abad ke-19 dan awala abad ke-20, makna semboyan tersebut mendapat sebuah dimensi budaya, yakni dari banyak suku atau bangsa, menjadi satu suku bangsa Amerika. Keberagaman Amerika hari ini telah jelas bahwa Amerika adalah Negara yang mampu menunjukkan kepada dunia bahwa mereka mampu hidup dengan perbedaan yang begitu beragam. Penutup Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengetahui sejarah bangsanya. Inilah pernyataan Sukarno dalam“jas merah” nya. Apa sebenarnya arti dari ungkapan nya itu? Sukarno sejak awal paham bahwa di dalam sejarah kita begitu banyak perbedaan-perbedaan yang bisa dijadikan sebagai pelajaran dan sekaligus sebagai modal dalam memahami Indonesia dengan baik. Sukarno mengatakan demikian maka seharusnya kita mampu menjadi penerusnya yang mencintai Indonesia dengan Kebhinekaan dan Pancasila sebagai dasar Negara kita. Lihat Filsafat Selengkapnya